Ramai tagar #INAelectionObserverSOS , ternyata ini maksudnya

Ramai tagar #INAelectionObserverSOS , ternyata ini maksudnya

Ramai tagar #INAelectionObserverSOS , ternyata ini maksudnya


#INAELECTIONOBSERVERSOS

Kata itu berasal dari bahasa inggris yang berarti

Indonesia Pengawas Pemilu (darurat)

TUDING POLISI TIDAK NETRAL

Konten.co.id – Tagar #INAElectionObserverSOS menjadi trending di Google, Kamis (21 /3/2019). Diketahui hingga saat ini total penelusuran mencapai 10 ribu.

Sebelumnya, tagar #INAelectionObserverSOS jadi trending twitter dunia pada Rabu (20/3/2019). Namun hingga kini, tagar tersebut masih bertahan di trending twitter Indonesia.

Total sudah 393 ribu twit yang menggunakan tagar tersebut. Tagar tersebut digunakan warganet karena menuding aparat kepolisian tak netral.

Warganet meminta adanya pengawas Pemilu internasional agar tak terjadi kecurangan.

Pasalnya aparat kepolisian sebagai ‘wasit’ dalam Pemilu, malah dituduh ikut andil bagian dalam memenangkan salah satu calon presiden.

Tudingan warganet itu dimulai saat akun opposite membuat sebuah video yang menyebut polisi menjadi buzzer capres 01, melalui aplikasi my shambar.

Lalu video sejumlah polisi mengajak masyarakat berterima kasih ke Presiden Joko Widodo juga semakin menyulut emosi warganet.


Terakhir, tuduhan terhadap Kampanye Millenial Road Safety Festival (MRSF) yang digelar Polri di Jawa Timur pada 17 Maret 2019 yang menuai kontroversi.

Acara yang  digelar untuk mengurangi korban lalu lintas ini, diduga disisipi aktivitas politik yang ditengarai menguntungkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sebelumnya, sejumlah akun menyebarkan tagar #PolisiTidakNetral dan #WasitKokIkutMain. Tagar itu juga meramaikan lini masa twitter sejak Rabu.

Keberadaan tagar di twitter dalam masa kampanye Pemilu 2019 tampaknya akan semakin ramai. Penggunaan tagar sengaja dilakukan untuk menarik perhatian warganet.

Penggunaan tagar pun masif dilakukan dan disebarkan oleh sejumlah akun. Sejumlah akun yang menyebarkan akun menyebut dirinya netral.


Namun saat menjadi trending, tagar tersebut digunakan oleh kelompok tertentu untuk menyampaikan ujaran kebencian. Bukannya menunjukkan maksud tagar sesuai yang diinginkan.  (AI)***

jika ada yang kurang jelas maupun bla bla bla... silahkan coret-coret di kolom komentar.

mungkin juga kamu tertarik untuk membaca ini :



Terima kasih, salam Colongan !

Bantu kami lebih baik lagi.
Apa Reaksi anda tentang :
"Ramai tagar #INAelectionObserverSOS , ternyata ini maksudnya" ?

Posting Komentar

Komentar yang melukai perasaan beresiko dihapus Coy... !